Magister Ekonomi Syariah

Mahasiswa Magister Ekonomi Syariah UIN Suska Riau Presentasikan Riset Tanah Ulayat dan CWLD pada SATU ICON 2026

Pekanbaru – Mahasiswa Program Magister Ekonomi Syariah Pascasarjana UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Heldiyanto, menjadi presenter pada SATU ICON International Conference 2026 yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dalam rangkaian kegiatan pada 8–10 September 2026.

Heldiyanto mengikuti Online Parallel Session secara daring dengan mempresentasikan paper berjudul “Sinergi Adat dan Syariah: Formulasi Model Tata Kelola Aset Ulayat Melayu Berbasis Cash Waqf Linked Deposit di Provinsi Riau.” Paper tersebut ditulis bersama Dr. Tasriani, S.Ag., M.Ag., Ketua Program Studi Magister Ekonomi Syariah, dan Devi Megawati, S.E.I., M.E.Sy., Ph.D., Sekretaris Program Studi Magister Ekonomi Syariah UIN Suska Riau.

Dalam sesi paralel, Heldiyanto tergabung pada Breakout Room 4 dan mempresentasikan riset pada kelompok tema “Zakat, Waqf, and Islamic Social Finance for Inclusive Green Development.” Sesi tersebut dimulai pukul 08.30 WIB dan menghadirkan presenter dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Heldiyanto tercatat sebagai presenter dari Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

Penelitian yang dipresentasikan mengangkat persoalan pemanfaatan tanah ulayat Melayu di Provinsi Riau yang memiliki potensi ekonomi besar, tetapi menghadapi berbagai persoalan kelembagaan, mulai dari kompleksitas hukum adat dan administrasi pertanahan hingga kekhawatiran masyarakat terhadap alih kepemilikan. Penelitian kemudian mengeksplorasi kemungkinan pemanfaatan Cash Waqf Linked Deposit (CWLD) sebagai salah satu instrumen keuangan sosial Islam untuk mendukung pengembangan aset ulayat tanpa menjadikan tanah tersebut sebagai agunan.

Dengan pendekatan kualitatif sosio-legal dan kerangka New Institutional Economics, penelitian tersebut menghubungkan aturan formal dengan kelembagaan adat Melayu. Model yang ditawarkan menempatkan Lembaga Adat Melayu Riau dan Ninik Mamak sebagai bagian dari mekanisme legitimasi sosial, sementara Badan Wakaf Indonesia, lembaga keuangan syariah penerima wakaf uang, pemerintah daerah, dan otoritas pertanahan memiliki fungsi kelembagaan masing-masing dalam tata kelola aset ulayat.

Keikutsertaan mahasiswa sebagai presenter dalam konferensi internasional menjadi bagian dari upaya Magister Ekonomi Syariah UIN Suska Riau untuk mendorong mahasiswa tidak hanya menyelesaikan proses pembelajaran di kelas, tetapi juga mengembangkan gagasan penelitian, mendiskusikannya dalam forum ilmiah, dan memperoleh pengalaman mempresentasikan karya akademik kepada komunitas yang lebih luas.

Kegiatan ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa dan dosen dalam mengembangkan penelitian yang berangkat dari karakteristik dan persoalan daerah. Tema tanah ulayat Melayu, wakaf, dan keuangan syariah yang diangkat dalam penelitian tersebut sekaligus mempertemukan kajian

Partisipasi mahasiswa dalam SATU ICON 2026 diharapkan dapat semakin memperkuat budaya akademik dan riset di lingkungan Magister Ekonomi Syariah Pascasarjana UIN Suska Riau serta mendorong mahasiswa untuk lebih aktif berpartisipasi dalam seminar, konferensi, publikasi, dan forum ilmiah di tingkat nasional maupun internasional.

Leave a Reply